Selalu ada rasa merinding dan juga kangen setiap kali mendengar Lagu semacam ini dibawakan secara apik oleh Putra Putri Bangsa. Rasa Merinding bagai menyimak lagu berdaya magis serta sarat Cinta akan Tanah Air, berpadu dengan rasa Kangen akan Indonesia yang Satu, yang tak saling serbu seperti sekarang.
Inilah Negara Kita, Satu-satunya Tanah Air yang Kita punyai. Sebagaimanpun keadaannya dan Seturbulen apapun hari-harinya, Kita tak pernah bercita-cita menjadi anggota Negara lain. Kita adalah Putra Putri Sang Ibu Pertiwi, meskipun masih sering nakal dengan berlaku buruk dan mendulukan kepentingan pribadi dan golongan diatas kepentingan umum.
Wahai Ibu Pertiwi, Maafkan Kami Anak-Anakmu ini.
Kemerdekaan bukanlah hadiah, pula bukan hibahan, atupun kado hasil welas asih bangsa lain. Ia adalah hasil dari perjuangan minim istirahat dari para Leluhur Kita. Ya, Leluhur Kita membeli Kemerdekaan ini dengan harga yang tak pernah murah. Mereka menyabung nyawa setiap hari dan setiap menit, hingga Martabat Bangsa ini kembali.
Ingin kiranya bisa merasai Sakral dan Keramatnya Indonesia manakala bersatu, sebagaimana yang dirasakan oleh para Jong seluruh Nusantara saat Mereka memutuskan momen legendaris Sumpah Pemuda dahulu. Itulah Momen super keren ketika semua atribut Kesukuan, Agama, serta kepentingan pribadi ditanggalkan, dan hanya menyisakan Cinta Negara dalam Semangat Perubahan.
Pada akhirnya keinginan untuk pulang kembali kepada Indonesia yang Satu -seperti Tajuk Lagu diatas- akan ada dan selalu ada. Yakinlah Kita pasti sampai kesana, suatu saat nanti, semoga tak lama lagi. |